Catatan dan Foto Perjalanan Gunung Lawu 2010

Gunung Lawu adalah satu satunya gunung di luar Jawa Tengah yang pernah kudaki (sampai akhir 2010). Walaupun sebenarnya letak Gunung Lawu tepat diperbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur. Dan Pintu masuk pendakian dari kedua provinsi tersebut hanya berjarak 300 meter. Saya bertiga mendaki gunung yang mistis ini, dengan gozel dan hanif. Kami naik lewat jalur Cemoro Sewu (Jawa Timur) yang terkenal dengan jalur yang curam, namun jalur ini cukup enak dilewati karena sampai puncak jalurnya adalah batu yang telah ditata. Untuk turun kami memilih jalur Cemoro Kandang (Jawa Tengah) yang terkenal landai dan berkelok-kelok, namun pemandangan di jalur ini sungguh masih asri.

Pintu Masuk Gunung Lawu, Cemoro Sewu, Jawa Timur
Sempat kemalaman di Terminal Tirtonadi, gak kebagian bis yang ke Tawangmangu, alhasil menunggu sampai pagi.


Basecamp Cemoro Sewu

Sarapan dulu yang bergizi, biar sehat

Lumayan indah nih buat prewed, sekarang jelas sudah nggak ada.

Sebelum Pos 1

Mulai kram dengan trek yang sangat curam

nampang dolooo

Terlihat danau (entah apa) disana

Rumput menyambut sebelum puncak

Warung mbok yem yang cukup fenomenal

Biar udah nemu warung tetep masak

Makanan paling enak di Gunung, karena gak ada yang lain

Buat formalitas tenda dipasang, padahal tidur di warung haha

nyari pesugihan dulu

Puncak nih

Jalur Cemoro Kandang yang berliku

Banyak rintangan menghadang wkwk

Basecamp Cemoro Kandang

Warung dekat basecamp Cemoro Kandang, view gak kalah indah

Angkutan ke Tawangmangu

Jaket saya (pinjam Lolipop) ketinggalan di Bis ini.

Kenang-kenangan dari Pos Penggik
Untuk catatan lengkapnya bisa lihat dibawah ini. Maaf nih bentuknya rundown :p


14 September 2010
  • -          10.00               kumpul di basecamp
  • -          10.00-01.00     packing akhir
  • -          01.00-02.00     bersih bersih + makan siang
  • -          02.00-16.45     nunggu bis
  • -          16.45-20.30     sampai bawen (@ Rp 25.000)
  • -          20.30-22.30     sampai solo (@ Rp 10.000 bis Sumber Kencono)
  • -          22.30-00.00     makan malam di Terminal Tirtonadi (@ Rp 4.000)
15 September 2010
  • -          00.00-02.00     tidur di ruang tunggu penumpang Terminal Tirtonadi
  • -          02.00-04.00     nunggu bis jurusan Solo-Tawangmangu (bis Langsung Jaya : @ Rp 9.000)
  • -          04.00-05.30     sampai Tawangmangu (langsung naik angkutan ke cemoro sewu : @ Rp 10.000)
  • -          05.30-06.15     sampai cemoro sewu, Magetan, Jawa Timur
  • -          06.15-08.30     sarapan (sayur asem, kupat, kering, tempura) + Registrasi
  • -          08.00-09.00     mandi, packing, pemanasan, dan mengisi perbekalan air.
  • -          09.00-10.00     perjalanan dari basecamp cemoro sewu sampai pos I, begitu masuk gerbang langsung disambut oleh hutan yang lebat dan jalan yang menanjak. Sepanjang perjalanan terlihat sisa sisa kebakaran tahun 2009 yang cukup luas.
  • -          10.00-10.10     istirahat
  • -          10.10               melanjutkan perjalanan ke pos II, jalan berundak undak (batu ditata) dan mulai dijumpai beberapa burung jalak.
  • -          11.25               sebelum sampai di pos II sedikit terjadi kendala, Ganjar kram. Mungkin karena tidak pemanasan sebelum mendaki. Istirahat lumayan lama.
  • -          12.15               sampai di pos II, masak (nasi, tempura) lauk kering. Makan siang. Bangunan pos II sudah permanen tetapi sangat kotor dan banyak coretan di dinding.
  • -          13.15               berangkat dari pos II, cuaca semakin mendung tapi belum turun hujan.
  • -          13.40               sampai di pos III, sama sekali tak terlihat pemandangan dibawah karena cuaca masih mendung. Istirahat hanya sebentar.
  • -          13.50               melanjutkan perjalanan ke pos IV. Cuaca semakin cerah saat perjalanan ke pos IV. Bisa kita nikmati pemandangan yang sangat indah (perbukitan, danau dan mulai dijumpai edelweiss). Banyak juga terdapat pagar pengaman.
  • -          15.10               sampai di pos IV. Di pos IV tidak kita jumpai bangunan, tetapi kawasan puncak sudah terlihat dari sini.
  • -          15.25               melanjutkan perjalanan ke Sendang Drajat. Kondisi jalan batu ditata selebar ±2 meter. Serta jalan landai.
  • -          15.40               sampai di Sendang Drajat.
  • -          15.25-16.15     istirahat di Sendang Drajat (jajan di warung dan mengisi kembali persediaan air).
  • -          16.30               sampai di puncak Hargo Dalem.
  • -          16.30-18.00     makan pecel telor di warung Mbok Yem yang sangat terkenal, sambil menghangatkan badan di perapian dan nonton TV, serta mengisi battery hp.
  • -          18.00-05.30     tidur (hampir 12 jam kita tidur)
16 September 2010
  • -          05.30-06.00     jalan jalan di sekitar Hargo Dalem, terdapat banyak bangunan ritual dan warung warung yang ramai ketika malam satu suro. Konon pendaki hingga 30.000 orang.
  • -          06.00-07.15     masak (martabak daging sapi, sayur asem, sosis, tempura, tempe, agar agar, dan sereal)
  • -          07.15-07.20     mendirikan dome (karena semalam tidur di warung mbok yem) sekedar untuk dokumentasi.
  • -          07.20-08.00     sarapan
  • -          08.00-09.00     persiapan menuju puncak tertinggi (hargo Dumilah)
  • -          09.15               sampai di puncak. Ambil beberapa foto dan ngobrol dengan pendaki dari Pekalongan, Bogor, Cikarang, dan Jakarta.
  • -          10.05               turun dari puncak hargo Dumilah (menuju sendang drajat, mengisi lagi persediaan air untuk bekal perjalanan turun)
  • -          10.15               sampai di sendang Drajat, mengisi air langsung kembali ke hargo Dalem
  • -          10.30               sampai di Hargo Dalem (makan agar agar yang dibuat tadi pagi) langsung packing untuk perjalanan turun.
  • -          11.00-11.05     perjalanan turun (dibatalkan karena hujan lebat, kembali ke warung mbok yem)
  • -          11.05-11.45     makan siang (nasi yang dibeli di warung mbok yem, sarden) + ngopi. Tak lupa juga membuat agar agar.
  • -          12.30               hujan mulai reda, packing sambil menunggu hujan benar benar reda.
  • -          13.00               perjalanan dari puncak Hargo Dalem ke pos IV (melewati jalur yang berbeda dengan jalur berangkat)
  • -          13.20               sampai di pos IV (cokrosuryo) suasana mendung dengan jarak pandang hanya sekitar 20meter. Terdapat 2 tugu in memoriam (Darwis : 10 Januari 1985, Purwanto : 1998) langsung melanjutkan perjalanan.
  • -          14.10               sampai di pos III (penggek) 2780 mdpl. Terdapat satu papan yang bertuliskan “Edelweis : aku ada karena kau jaga”. Untung saja kami sama sekali tak memetik bunga Edelweis, cukup lah melihatnya. Langsung melanjutkan perjalanan.
  • Kondisi jalan dari puncak hingga pos III ini sangat landai, dan sesekali malah menanjak. Kondisi jalan sangat tidak terawat, rumput hampir memenuhi jalan, dan jalan sangat becek karena hujan. Pagar pengaman sudah rusak.
  • -          15.00               sampai di pos bayangan. 20 langkah sebelumnya terdapat pohon tumbang yang sangat menyusahkan, karena yang menutupi jalan bagian ranting yang lebat dan kami tidak membawa parang. Langsung melanjutkan perjalanan.
  • -          15.20               sampai di pos II (taman sari atas) 2470 mdpl. Terdengar suara gemuruh seperti hujan. Kami memutuskan untuk istirahat dan makan agar agar yang sudah dibuat di puncak. Setelah mengamati suara tersebut dan melihat peta. Ternyata dekat pos II terdapat kawah candradimuka. Kesimpulanya suara itu datangnya dari kawah dan bukan hujan. Sesaat sebelum melanjutkan perjalanan, tiba rombongan dari Tasikmalaya sekitar 10 orang, ketua rombongannya seorang cewek. Mereka istirahat dan mengeluarkan telur yang sudah direbus serta masak nasi timbel (dapat pelajaran baru).
  • -          15.45-16.15     sampai di pos I (taman sari bawah) 2300 mdpl. Sepanjang perjalan bertemu rombongan dari SMA 1 Sragen sekitar 35 orang. Terjebak hujan disini. Membuat perapian dan istirahat.
  • Karena hingga pukul 17.00 hujan tak kunjung reda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan agar tidak kemalaman.
  • -          17.10-17.50     Sampai di cemoro kandang, Karanganyar, Jawa Tengah.
  • -          17.50-18.15     bersih bersih
  • -          18.15-19.15     sholat maghrib dilanjutkan sholat isa.
  • -          19.15-20.30     makan malam di warung sekitar basecamp cemoro kandang. Mie telor + kerupuk tahu. Tak ketinggalan kopi panas.
  • -          20.30-22.30     kami habiskan untuk ngobrol. Saya ingat beberapa topikk yang dibicarakan : Soe Hok Gie, rencana pendakian Merbabu dan Slamet,lelaki misterius di Hargo Dalem, dan yang paling lama dibahas adalah suasana mistis dari pos I hingga ke basecamp.
  • -          22.35               Hanif dan Rizal sudah terlelap tidur. Saya baru bisa tidur selepas tengah malam, entah jam berapa.
17 September 2010
  • -          05.45-07.15     bangun, sholat subuh dan bersih diri.
  • -          07.15-08.00     sarapan di warung sekitar basecamp cemoro kandang. Pemandangan sekitar warung sangat indah berupa perbukitan. Sempat pula kami melihat burung jalak.
  • -          08.00-08.15     packing dan menunggu angkutan ke Tawangmangu. Ternyata tak perlu waktu lama untuk menunggu.
  • -          08.15-08.45     sampai di Tawangmangu (@ Rp 7.000). langsung dapat bis jurusan Solo.
  • -          10.45               sampai di terminal Tirtonadi, Solo. Sempat nyasar ke terminal bagian keberangkatan timur (arah jawa timur).
  • -          10.55               dapat bis jurusan Purwokerto via wonosobo.
  • -          11.05               bis berangkat dari terminal Tortonadi.
  • -          13.45               ban depan sebelah kanan meledak dan tangki bocor di Bedono, Ambarawa. Terpaksa kami pindah bis. Karena panik jaket Ganjar tertinggal (pinjem punya lolipop).
  • -          Sudah sangat capek tak sempat lagi nulis catatan. Yang jelas saya (ganjar) sampai kos jam 17.35.

2 comments:

  1. bang,aku paling suka ama foto yang kaki kamu kram!nyihahahah#LOL
    follow blogku jga yoo?

    ReplyDelete
  2. @nurendah: hahasem ya, ok ok udah tak follow tuh :p

    ReplyDelete

Komentar mencerminkan siapa anda. Jika anda sopan saya pun segan