Mbah Amin, begitu orang orang biasa memanggilnya. Beliau adalah juru kunci Gunung Sindoro yang akhir akhir ini menjadi cukup terkenal karena aktivitas Gunung Sindoro yang tidak biasa. Semenjak Sindoro aktif pada bulan November 2011, beliau wara wiri masuk koran dan beberapa stasiun TV. Sosok lelaki yang tangguh ini terus terbayang dalam benak saya, teringat ketika beliau mendapat kecelakaan dan harus berjalan dengan alat bantu, beliau tetap menjalankan tugasnya sebagai juru kunci Gunung Sindoro.
| Bersama Pak Amin, Juru Kunci Sindoro |
16 April 2012
Perjalanan dimulai dari Jogja sekitar pukul 19.00 WIB. Seharusnya perjalanan bisa ditempuh dalam waktu 3 jam sampai ke Sigedang. Namun karena terlalu lama mencari mie Ongklok di alun alun Wonosobo, perjalanan molor hingga 6 jam, tentunya dengan ditambah 2 kali ban bocor.
17 April 2012
Sekitar pukul 01.00 WIB rombongan sampai di kediaman Pak Amin. Sebenarnya sangat tidak enak untuk membangunkan beliau tengah malam begini, namun kami juga kedinginan kalau terus diluar, di Desa yang memiliki ketinggian sekitar 1400 Mdpl ini. Sebenarnya kesalahannya adalah kami tidak menelpon beliau terlebih dahulu. Tetapi dengan penuh ramah beliau tetap bangun dan menyambut kami dengan sangat gembira. Menurut beliau kami adalah pendaki pertama yang melalui jalur Sigedang setelah jalur resmi dibuka. Sebelumnya ada beberapa pendaki yang tetap naik meski jalur ditutup.
Ditemani teh pahit dan nikmatnya "Tuhan 9cm" kami terus berbincang dengan Pak Amin hingga pukul empat pagi. Pesan yang beliau sampaikan untuk para pendaki, khususnya kami, yaitu :
Sebaiknya untuk memberi kabar terlebih dahulu sebelum datang ke basecamp desa Sigedang, terutama jika sampai disana malam hari. Silahkan telpon dulu ke nomor 081227967705 (Bapak Amin, juru kunci sindoro).
Singkat cerita pendakian
Pukul 07.00 WIB kami semua yang berjumlah 11 orang sudah siap untuk melakukan perjalanan. Beruntung dari basecamp ke perkebunan teh kami mendapat tumpangan. Hanya dengan membayar 1000 rupiah per-anak kami bisa menghemat 1 jam perjalanan dan juga tenaga kami.
Mulai masuk perkebunan teh hingga mencapai puncak Gunung Sindoro kami tempuh dalam waktu 11 jam. termasuk sangat pelan karena biasanya hanya perlu waktu 5-6 jam.
untuk rute pendakian pernah saya tulis disini -> Gunung Sindoro Jalur Sigedang
Begitu sampai di kawasan puncak, hal yang membuat saya kaget adalah adanya bau belerang yang sudah sangat lama tidak tercium disini. Ternyata danau yang biasanya digunakan pendaki untuk mengambil persediaan air, sekarang sudah berubah menjadi kawah aktif.
18 April 2012
Pagi hari cuaca sangat cerah dan sunrise pagi itu sangat indah. Lautan awan menggulung gagahnya gunung Sumbing yang ada disebelah selatan. Setelah puas mengambil foto, kami mencari sumber air untuk masak dan juga perjalanan turun. Berjalan sekitar 5 menit keujung segoro wedi, kami menemukan genangan air yang cukup luas dan airnya juga bersih. Dari 3 titik sumber mata air yang biasanya menjadi andalan, tinggal ini satu satunya yang terdapat air bersih.
Perjalanan turun juga cukup memakan waktu, pukul 5 sore kami sampai di rumah Bapak Amin. Alangkah senangnya makanan enak penuh gizi sudah menyambut kami, hajar!!!!


pmandangannya indah bnget mas..ptualangan mnarik...gunung sllu mmikat untuk diknjungi..
ReplyDelete@wongcrewchild : thank's mas. kebetulan fotonya belum sempat di upload :)
ReplyDeletecaranya bikin blog kamu yang
ReplyDeleteini gmn..?
https://plus.google.com/101406230415275904945/posts
biar artikelnya masuk smua
kereennnn bro ... pengen lewat sigedang... kapan kesana lagi...
ReplyDeleteMantep emang lewat Sigedang, semoga segera dibuka lagi jalur pendakiannya :)
Deletewelwh welwh keren tuhh pemandangnnyaa
ReplyDeletese-keren yang punya blog ya hahahaha
DeleteKapan bae asal lagi ora tutup jalur haha
ReplyDeleteblom pernah lewat sigedang nih. sekarang sigedang ditutup jg ga?
ReplyDeleteKayaknya masih tutup, soalnya tetangga sebelahnya juga kebakar lagi.
ReplyDeleteTelpon aja juru kuncinya.
Lawassssss
ReplyDelete